Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Oktober 2017

Di lewat tiga dasawarsa perjalanan hidupku aku bertemu kamu dan dia

Kamu dan dia, dua pribadi yang sungguh berbeda

Jika di Ramadhan dua tahun lalu, Tuhan mempertemukan aku dengan "kamu" yang bergelimang materi, cenderung menuruti kata hati dan bergaya hidup bebas. Maka di lepas Ramadhan tahun ini, Tuhan mempertemukan aku dengan "dia", dia yang sederhana, dia yang harus menanggung beban derita hati dan pergulatan hidup yang membutuhkan kebesaran jiwa, dia yang tak punya apa-apa, bahkan semangat hidup pun seolah sudah tak ada di dirinya.

Bersama dia aku melihat sisi lain hidup manusia,yang tak selamanya berkawan dengan kebahagiaan dan sesuatu yang orang bilang keberuntungan. Dia yang sedang "jatuh" dalam masalah hidup yang rumit sebagai seorang manusia dewasa yang harus bertanggung jawab atas diri dan keluarga kecilnya yang terpaksa harus terberai karena ego manusia ( orang tua, pasangan dan diri nya sendiri ).

Dengan dia aku belajar untuk menjadi manusia yang sabar, penuh kasih dan penuh pengertian. Bahkan aku harus belajar berkorban untuk seseorang yang butuh pertolongan, meski tak pernah ku lihat dia secara nyata, meski tak pernah aku mengenal dia sebelumnya. Aku merasa, ketulusan ku sebagai manusia yang ingin membantunya di uji di sini, mengenal dia membawa ku bernostalgia lagi dengan masalah ekonomi yang bertahun lalu pernah ku alami. Betapa sulitnya hidup dalam kesulitan materi, meski uang bukan segalanya, tapi memang benar segalanya butuh uang. Hal yang sudah agak lama tak pernah lagi ku pikirkan dan ku rasakan, karena selama beberapa tahun belakangan ini aku tak pernah merasa kesulitan materi meski juga tak berlebihan atas apa yang kumiliki.

Tuhan...
Ketika pertama ku dengar segala kisahnya, hanya ada satu niat di hati ku : membantunya. Dengan apa yang aku bisa, dengan apa yang aku punya, tak pernah terlintas di hati ku niat yang lain. Semoga Engkau berkenan menjaga tulus niat ini, semoga Engkau berkenan memberi bimbingan Mu, kekuatan Mu, kemurahan hati Mu, agar dia mampu bangkit kembali dan menata hidupnya. Menciptakan sendiri bahagia yang di impikannya bersama orang-orang terkasihnya. Aku hanya ingin melihat dia sukses dan bahagia, semoga itu bukan lah keinginan yang berlebihan.

Tuhan...
Di setiap doa yang kupanjatkan untuk dia, semoga Engkau berkenan mengabulkannya, karena berdoa untuk kebaikan dan kebahagiaannya adalah caraku membantunya dan menyayanginya.


Catatan kecil di penghujung Februari
Untukmu Pa D. I. H.

NB : Sekarang semua tugasku tlah usai, tlah kau raih impian mu untuk berbahagia bersama keluarga kecilmu. Rupanya Tuhan tlah mengabulkan doa ku di penghujung Ramadhan lalu.
Selamat berbahagia... Pa.







Kamis, 25 Februari 2016

Satu langkah awal menuju jutaan langkah berikutnya

Semua Karena... Kamu.

Tiga bulan lebih kita saling mencoba mengenal diri kita masing - masing, begitu banyak hal baru yang ku pelajari. Banyak kata-katamu yang manis melambungkan hatiku namun tak sedikit pula kata-katamu yang bikin panas dan sebel di hati. Diantara sekian banyak kata-katamu yang paling berkesan di hatiku adalah : Don't waste your younger age for nothing !

Yeah... I know what you mean... Hidup nyaman bersama orang yang sudah berumur, mapan dan nerimo membuat aku berusaha mengubur dan melupakan cita-cita dan impian ku sendiri. Hidupku telah di isi oleh rutinitas seperti orangtua kita jaman dulu : bekerja, mengurus anak, mengurus suami dan mengurus diri sendiri. Aku tak lagi seperti anak muda yang bebas di luar sana, di belakangku ada keluarga yang harus ku pikirkan jika aku ingin melakukan sesuatu.

Namun mestinya itu tidak berarti aku tidak bisa terus menjaga sinar impian ku agar tak meredup bahkan padam, aku masih bisa terus menjaganya tetap bersinar indah bahkan mewujudkannya satu demi satu dan akan lebih bagus lagi bila dapat ku wujudkan bersama keluarga tercinta ku. Pernah terlintas dalam pikiran ku, andaikan aku masih sendiri dan dipertemukan denganmu mungkin kita bisa menjadi couple traveler kompak yang gokil abiss dan menikmati indahnya, suka duka nya dan romantis nya traveling berdua dengan orang tersayang. Oh My God...! It's impossible, ya kan ?

Dan sekarang langkah pertama sudah ku ambil, passion ku untuk pergi jalan-jalan ke luar negeri dan melihat sisi lain dari dunia ini, melihat dan belajar banyak hal, mengenal banyak jiwa di luar sana akan ku wujudkan dari sini. Mengurus paspor adalah langkah awal yang ku pilih untuk menjadi langkah pertama menuju mimpiku, dan ...

Setelah ini, time to make a plan. My dream destination : Singapore... wait for me... !
Aaah... seandainya saja kita bisa pergi bersama.... ( ha..! ngayal lagi.. stop that..!  hehehe...)



Sabtu, 02 Agustus 2014

Hati - hati dengan keinginan, pikiran dan doamu pada Tuhan

Sebuah catatan pribadi selepas Ramadhan

......................................................................................... ( censored )

Okay... Good Bye.

Good bye Dear J...
I wish you always for the best and happiness in all your life...
You are one of my precious memory...

Best wishes from East Java, Indonesia to Abu Hamour, Qatar only for you...


Your sweet Ismi


In memoriam my died feeling for Mr. J.S. Al Danish
My Broken heart steps :
Pain... Sorrow... and Sad...
Numb.. Numb... dand Numb...
Wise...Free... and Happy...




Kamis, 26 Desember 2013

Selangkah demi selangkah

Bromo: sebuah keinginan yang terwujud

Sekitar 2 tahun yang lalu, ketika baru saja menuliskan catatan perjalanan dari Sarangan aku kembali merangkai cita dan menuliskannya pula di blog ini bahwa setelah ini the next destination is Bromo. Sudah lama aku ingin datang ke gunung cantik ikon pariwisata Jawa Timur ini, namun belum kesampaian juga. Akhirnya setelah impian yang terpendam itu kugali kembali, aku menemukannya dan voila! Aku sudah berada di sana. Meski belum sempat melihat sunrise karena kendala jadwal, namun sudah berhasil menyeberangi lautan pasirnya yang luar biasa dan menaiki tangga ke puncaknya yang menguras tenaga, akhirnya aku pun berhasil melihat kawah indah yang selalu berselimut asap tipis beraroma belerang, satu dari impianku kesana: melihat kawahnya dan menyaksikan indahnya matahari terbit di puncak Bromo.

Thanks God! Satu lagi impianku terwujud, yang semula tak pernah kubayangkan, tak pernah ku tahu bagaimana caranya dan kapan aku bisa ke sana,  karenaMu lah semua terwujud dengan begitu mudahnya. Seperti mimpi rasanya.

Sepulang dari sana, aku berjanji dalam hatiku, aku akan datang lagi Bromo bersama keluargaku. Untuk mewujudkan setengah dari impianku ketika aku ingin datang padamu, melihat indahnya dunia saat sang mentari merambat naik di balik punggungmu, menyinari mega menghalau kabut. 
Semoga...

Daaaan.... long weekend di bulan November kemarin Bromo part II terwujud sudah...! Yeah...! I did it...
Bahkan aku gak cuma pergi sama keluarga ku aja tapi juga keluarga baruku, teman-teman baruku. Wow... Luar biasa...! Tapi sayang... kali ini pun sunrise belum mengijinkan aku untuk mengabadikannya dalam memory card dan memori hidupku. Oh My God...! Bromo macet gila-gilaan mulai dari bawah sampek pintu masuk retribusi... Ampun deh... tertahan di depan pintu masuk sampek 2 jam. Hingga sunrise pun akhirnya pergi meninggalkan kami untuk menyapa dunia...

Kecewa memang... Tapi tak apa... masih sempat berpose sambil bermandikan cahaya keemasan mentari pagi Bromo, merasakan rally Paris Dakkar ala Bromo saat menuju bukit teletubbies yang saat itu gersang dan merasakan terdampar di gurun antah berantah di lautan pasir berbisik... Well... Cukup berkesan lah.

Aku akan datang lagi Bromo... Untuk menikmati secercah cahaya fajar yang kan kau persembahkan bagi dunia..Sunrise Bromo I'll come to you...! :-*
Setelah itu.... Bersiap untuk perjalanan selanjutnya... Mmm... Ke mana yaa? Solo, Batam, Singapura, Korea, France, Spain, Norway, Sweden, Britain, dan lain-lain... Hadeeew... buanyak amat yak. Semoga tercapai satu demi satu deh, karena satu dari sekian cita-citaku adalah berkeliling dunia melihat sisi lain sebuah negeri bahkan hingga ketika masa pensiun ku tiba nanti. Aku berharap itu justru melancarkan mimpi dan cita-cita ku keliling dunia... Aamiin...
Oke... Semangat !! 

Bromo Part 1 & 2. Enjoy some of the pics... ;-)
Bromo Part 1 :

Rehat di SPBU Sukapura... Manfaatin kesempatan buat mejeng dulu aaah... ;-)


Bergaya di tepi lautan pasir Bromo... Azeek..azeek..!


Separuh perjalanan menuju puncak Bromo. Narsis dulu sambil tarik napas... Fiiuuuh...


Akhirnyaaa... Sampai juga ke puncak Bromo... Suejuk looo... :-)


Ini dia kawah Bromo yang terkenal itu.Hmm ...ngeri juga sih ngebayangin gimana kalo kecemplung...


Habis naik gunung... sekarang waktunya joget dangdut... tarik maaangg...:-D


Setelah ngos-ngosan naik gunung dan joget dangdut semalam suntuk, sekarang waktunyaaaa.... basah-basahan dan memacu adrenalin ber arung jeram! Songa... It's amazing....!

Bromo Part 2 :

Lautan pasir di pagi hari


Mentari pagi Bromo

Bermandi cahaya pagi

Gunung Batok dilihat dari lautan pasir

Berasa kayak desert safari di negeri gurun pasir... :-)

Terdampar...

Lukisan pasir

Merah merah

Di antara ilalang bukit Teletubbies...











Rabu, 27 Februari 2013

Mimpi dan Rencana







Goresan Mimpi dan Rencana di 2013

Tak terasa bulan kedua  di tahun 2013 ini hampir berlalu meninggalkan indahnya masa bulan madu dengan si tahun baru, saatnya menyiapkan langkah, menyusun mimpi, cita-cita dan menjalankan rencana yang belum sempat terlaksana atau pun yang memang ingin dilaksanakan di tahun ini. Aku pun ingin merangkai angan, mimpi dan cita-citaku yang mungkin tak seberapa. Aku ingin menuliskan apa yang ingi kuraih, kuwujudkan ataupun mulai kurancang untuk hari-hariku mendatang, sebagai orang yang telah berumah tangga tentu saja apapun yang kulakukan, keluarga adalah yang utama dan menjadi bagian dari segala rencana dan cita-citaku.

Sebenarnya banyak sekali yang ingin ku wujudkan dan kulakukan di tahun ini, andaikan benar ada kantong ajaib nya Doraemon, aku pengen pinjam sebentar untuk mewujudkan segala cita dan rencanaku... :-)

1. Menabung yang buanyak buat masa depan keluarga, insyaalloh mulai kurintis... :-) Semoga sukses ya!
2. Mewujudkan kebebasan finansial yang sebenar-benarnya ( halah apa sih bahasanya kok tinggi banget? hehehe... ada deh )
3. Ini yang terakhir dan yang paling mendesak serta paling puenting bin darurat : RENOVASI RUMAH, mau make over semuanya dari depan sampek belakang. Pokoknya make up habis-habisan from head to toe deh... Bukan biar tampak keren dilihat tapi karena memang sudah jadi kebutuhan dan bukan semata karena keinginan.

Rumah warisan Pak e dan Mak e sudah bertahun-tahun tetap begitu-begitu saja, jendela rumah semuanya lapuk dan kusam , lantai semen merah tempo doeloe, jendela bekas ruang tamu juelek bgt dan menambah suram pemandangan, eternit tambal sulam, koridor belakang eternitnya jebol karena jadi arena pertempuran para kucing tersayang, TV jaman jepang juga masih dipakeee aja,  mana tembok ruang belakang prothol semua, toilet satu aja bikin hati merana, spons kursi puuun...jebol pula. Hadeuuuh buanyak banget deh kalau mau sensus satu-satu apa saja yang urgen untuk dibenahi, dan ini sudah jadi KEBUTUHAN.

Ya Alloh.... Mugi pikantuk kanugrahaning Gusti kang Murbeng jagad, Mugi Gusti Alloh kersa paring rejeki. Smoga Alloh berkenan memberi rejeki yang cukup agar bisa segera merawat amanah yang telah diberikan pada kami. Andaikan bisa tuntas tahun ini, ya Alhamdulillah...

Tidak perlu mewah, tidak harus megah, cukuplah kiranya bila dapat menjadi tempat berteduh yang nyaman untuk seluruh keluarga. Rumah yang hangat dengan kasih sayang, yang penuh warna cinta, dan indah memendarkan cahaya  kasih sayang.

That's our home sweet home...!

Semoga....




Senin, 31 Desember 2012

Senandung Doa di Awal Tahun Baru


Ya Alloh Yang Maha Pemurah…
Di keheningan malam ini… Kutadahkan tanganku kehadiratMu,kuhadapkan wajahku padaMu
Dan ku curahkan segala isi hatiku
Terimakasih atas segala karuniaMu di tahun yang kan segera berganti ini
Terima kasih atas segala bimbingan yang tlah Kau berikan di sepanjang usia kami
Terima kasih…
Karna tlah Kau hapuskan segala air mata, luka hati, kemarahan, kebencian dan kekecewaan  di penghujung tahun ini
Terima kasih…Kau juga tlah curahkan bahagia di sela hari-hari kami
Trima kasih…
Kau masih beri kami kesempatan menghirup udara bumi, menikmati cerah mentari dan menatap mendung melingkung pembawa tetes hujan rahmatMu

Kini…
Di malam pergantian tahun ini ku senandungkan doa kehadiratMu
Bagi keselamatan, keberkahan dan kebaikan hidup kami di tahun mendatang
Ya Alloh… Ya Robb…
Semoga di tahun depan Engkau berkenan menjadikan kami hambaMu yang lebih baik
Menjadi hambaMu yang semakin ingin dekat denganMu, menjadi kekasihMu
Meski kami berkalang dosa jangan Kau palingkan wajahMu dari kami Ya Robbi…
Ya Alloh… Ya Rohman … Ya Rohim…
Sayangi lah kami, susupkan ke dalam relung kalbu kami pendaran cahaya kasih sayangMu
Agar hati kami senantiasa diliputi oleh kasih sayang, kemesraan, kebersamaan, kekuatan dan kemampuan untuk menjaga butir-butir janji luhur hingga berakhirnya umur
Semoga kami mampu mengatasi segala rintangan, kesulitan dan “bujuk rayu” yang menyesatkan
Semoga kami mampu menjadi anak yang berbakti, manusia berbudi dan orang tua penuh kasih sayang yang mampu menjaga segala yang Kau amanahkan

Ya Alloh… Yang Maha Pemurah…
Lapangkanlah jalan rezeki kami, karuniakanlah kepada kami rezeki yang barokah, yang halal dan thoyib bagi kemaslahatan hidup kami dan orang-orang terkasih di sekeliling kami…
Ya Alloh  pemilik hati kami…
Setelah melewati tahun yang penuh ujian semoga di tahun depan kami lebih mampu lagi menghadapi riak dan gelombang lautan kehidupan
Semoga kami mampu memetik mutiara hikmah dari semua karuniaMu kepada kami
Semoga dengan ini kami punya fikir sebening embun, hati seluas samudera dan seputih kapas tak bernoda
Semoga Engkau berkenan mengabulkan doa kami, meski kami telah begitu banyak meminta dan tak malu untuk terus meminta, meski sesudahnya kami pun tak pandai berterima kasih.

Ya Alloh…
Kabulkanlah permohonan kami…
Aamiin… Ya Robbal alaamiin…

 Happy New Year 2013....Yeah.. Wish me luck !
 
pic: anneahira.com

Rabu, 26 Desember 2012

Selamat Tinggal Duka Selamat Datang Bahagia

Mengakhiri tahun 2012 ini, ada banyak hal yang patut disyukuri dan ada hal yang perlu menjadi bahan introspeksi. Alhamdulillah... Puji syukur kehadiratMu Ya Alloh, segala kerumitan soal kehidupan yang kau ujikan padaku sudah menemukan jawabannya, semua karnaMu Ya Robb. Semoga segala kesedihanku, kecewaku dan airmataku terhapus bersama berlalunya tahun 2012 dan berganti dengan kebaikan dan kebahagiaan yang Kau anugrahkan pada kami di tahun depan.

Di penghujung tahun 2012 ini Ya Alloh kutulis doa kepadaMu, ku layangkan tulisan doa ini ke langit ke tujuh dengan buku harian dari dunia maya ini. Karena ia melayang di awang-awang sana aku berharap semoga bersamanya doaku cepat tersampaikan.
Ya Alloh... Bantu aku, agar aku mampu "ngemong" hatiku, "angon" perasaanku agar tidak mudah terombang-ambing oleh angin yang datang bertubi-tubi. Hatiku kini bagaikan lautan yang luas dengan riak ombaknya yang berkejaran, pabila angin sepoi bertiup maka ia hanya berupa alun yang mengambang di tepian. Tapi bila angin bertiup kencang ia bagaikan ombak bergulung yang ingin menerjang segala apa yang diterpanya. Aku tidak mau seperti itu, aku ingin punya hati seluas samudera namun tenang bagaikan telaga yang jernih di kaki gunung.

Ya Alloh... Di tahun mendatang dengan semakin bertambahnya usia semoga semakin bertambah pula kedewasaanku, kebijaksanaan, kesabaran, pengertian dan rasa kasih sayangku. Jadikan aku manusia yang lebih baik dari kemarin, jadikan aku hambaMu yang beriman dan beramal sholeh. Aamiin...


Minggu, 11 November 2012

Mengejar Target



Sudah beberapa tahun belakangan ini aku mencoba membuat resolusi atau apalah itu namanya tiap kali tahun baru datang menjelang. Aku berusaha menentukan apa-apa yang ingin kuwujudkan di tahun yang akan datang, beberapa yang kuingat waktu itu tahun 2009 badanku terasa gemuk banget dan tidak nyaman ( kaki ngilu, cepet lelah dan lamban kayak siput ) aku pasang target harus bisa menurunkan berat badan, langsing, dan bugar. Ketika uang tabungan habis tak bersisa pasang target harus bisa menabung lagi dsb...dsb... 


Karena badan kalau sudah kadung gemuk susah buat ngurusin lagi targetku baru bisa hampir tercapai setelah 3 tahun kemudian alias tahun 2012 ini.. hadeuuuh... lama buanget yak! Memang, karena aku juga gak ngoyo, olahraga santai diet santai yang penting berat badan turun bertahap dan stabil terus karena aku bukan cuma mau pelangsingan saja tapi juga merubah gaya hidup yang tidak sehat. Dulu aku selalu menulis semua rencana dan cita-cita yang ingin kucapai di buku kecil yang kubawa kemana-mana, agar aku selalu melihatnya dan mengingatkanku akan cita-citaku itu. Kini, di era digital ini aku ingin menuliskan cita-cita dan impianku di blog pribadiku  ini. Biar saja orang yang kebetulan membacanya menganggap ini norak atau lebay    ( masalah buat lo! ) ini adalah caraku untuk menjaga langkahku agar tetap pada jalan cita-citaku, agar aku tidak ngalor ngidul semauku.Heheheh...
 
Lagipula kata si Barbie dalam film Barbie diary bila kita menuliskan impian kita maka ia akan terwujud. Aamiin...











Di  jelang penghujung tahun ini, ada hal-hal yang ingin dan HARUS kulakukan. Hal-hal yang menjadi target dan impianku:
1. Short term target : 
    a. WALIMATUL KHITAN ( Melaksanakan kewajibanku sebagai orangtua kepada anak )
    b. HEALTH TREATMENT  ( Surgery for save my life )
2. Mid term target :
    a. Renovasi dan perawatan amanah almarhum orangtua
    b. Mulai menabung untuk mewujudkan mimpi pribadiku, biaya pendidikan anak dsb.
3. Long term target : Berhaji bersama orang yang kusayangi.

Semoga apa yang menjadi  impian-impianku adalah apa yang memang dipilihkan Alloh sebagai hadiah untukku atas segala kesulitan hidup yang selama ini harus kulewati. Aamiin....  
Fighting!!

NB: 
Belum lagi tulisan ini kuposting, alhamdulillah 1 short term targetku sudah tercapai ( health treatment ) Terima kasih Ya Alloh... it feels like a magic ! Tak pernah kubayangkan darimana uangnya bagaimana prosesnya. Semua tersedia dan terjadi begitu cepatnya hanya dalam hitungan 1 minggu, jika bukan karena campur tangan Tuhan, rasanya tak mungkin.

Ketika angan dan impian dituangkan dalam tulisan, sepertinya ia menjelma seolah peta penunjuk jalan apa yang harus dilakukan, jalan mana yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Mungkin begitulah yang saat ini terjadi, karena kutuliskan apa yang perlu dan harus kulakukan, aku jadi tahu kemana aku harus menuju.

Rabu, 10 Oktober 2012

SADARILAH WAHAI PARA WANITA ! ( Part II )


Menjelang 1 tahun peringatan wafatnya teman kami tercinta Dewi Fajar Suryani

Kemarin, kuteteskan kembali airmataku di iringi lantunan ayat-ayat Al Qur’an di hadapan Sang Maha memiliki segalanya. Tiga tahun telah berlalu sejak dokter mendiagnosa ada banyak tumor dan kista di kedua payudaraku. Sedih, tak terkira rasa hatiku, ada begitu banyak perasaan campur aduk di dalam anganku. Ternyata setelah 2 kali operasi tumor di kedua payudaraku tak menjamin bahwa aku bebas dari cengkeraman tumor dan kista ini. Dulu aku protes pada Tuhan, kenapa semua ini terjadi padaku? Begitu besarnya kah dosaku atau karena begitu sayangnya kah Engkau padaku? Dan yang paling membuatku sedih adalah menggambarkan bagaimana rasa hati suamiku, sepanjang hidupnya berumah tangga bersamaku rasanya tak pernah ia bisa menggunakan materi yang di dapatnya untuk mewujudkan impiannya sendiri. Hampir semuanya habis untuk membantuku mengupayakan kesembuhanku. Bahkan aku makin sedih ketika melihat anakku, Ya Allah tolong bantu kami menjaga dia, beri kami rezeki dan kemampuan agar dia dapat sekolah dan hidup layak seperti anak-anak lainnya, meski uang yang dipunya orangtuanya tak bisa sepenuhnya untuk mengasuhnya.

Namun seiring waktu kini aku mulai bisa menerima kenyataan ini, aku mencoba positif thinking pada Allah, segala dera masalah dan penyakit yang kualami semua telah ditakar sesuai dengan kemampuanku. Bila aku punya penyakit dan masalah “aneh-aneh” dari sejak mula berumah tangga hingga kini 13 tahun mengarungi biduk rumah tangga, mungkin Allah ingin agar aku mengoptimalkan potensi di dalam diriku, bahwa sebenarnya aku bisa lebih bijaksana, lebih kuat, sabar dan tabah menjalani hidupku. Ada kekuatan besar dalam diriku yang belum termunculkan yang ingin diasah oleh Allah agar aku menjadi pribadi yang kuat dan cemerlang bagai berlian. Mungkin aku adalah seruas bambu yang harus dipisahkan dari rumpunnya, harus dipotong kaki-kakinya dan dilubangi dadanya agar menjadi serunai yang bersuara merdu

 

Bila menengok kembali ke masa lalu ku, ibarat anak burung di usia belia aku sudah harus terbang meninggalkan sarang menaklukkan kerasnya kehidupan membentuk rumah tangga baru bersama suamiku dan anakku yang masih bayi,bertiga kami menyewa dan tinggal di belakang rumah orang yang dibuat untuk kamar kontrakan, di tengah lautan kehidupan yang penuh gelombang masalah aku harus mengalami sakit dan harus operasi tumor payudara yang pertama, berdua suamiku dengan kondisi ekonomi pas-pasan dan tanpa dukungan dari orangtua kami berjuang bersama. Selesai sampai di situ? Tidak. Ketika hidup sedikit lebih baik aku kembali harus operasi tumor di payudara untuk kedua kalinya. Duh Gusti.... di perantauan kami berjuang, dengan ridhoMu lah akhirnya kami bisa melewati segala pahit manis kehidupan ini.

Setelah operasi yang kedua kalinya ini, aku merasa sehat-sehat saja dan tak pernah menyangka ternyata tumor dan kista ini masih tetap “menyayangiku” hingga ia tak jua mau pergi dariku sampai saat ini. Belajar dari pengalaman masa lalu karena tindakan operasi yang tak tuntas, aku memutuskan untuk menjalani USG dulu untuk memastikan berapa banyak benjolannya agar bila harus operasi lagi bisa diangkat tuntas semua tumor dan kista ini. Aku memilih konsultasi di Rumah Sakit Onkologi Surabaya di Perumahan Araya Galaksi Bumi Permai Surabaya. Hasilnya ada sekitar tujuh tumor dan kista di kedua payudaraku, bibirku tersenyum ketika dokter memberitahukan hasilnya tapi mataku tak bisa berdusta, aku sedih tentu saja. Dokter memintaku untuk bersabar, semua ini ujian dari Tuhan dan menyarankan aku agar operasi meski tak harus buru-buru, di sini bisa kata dokternya, berapa biayanya? 12 juta 200 ribu tanpa menginap, aku maklum karena ini rumah sakit swasta dan spesialis. 

Ya Allah…. Aku pilih menundanya sampai batas waktu yang tak kutahu pasti kapan. Uang segitu amat besar buatku yang hanya pegawai negeri rendahan, dan aku tak mau merepotkan ibuku dan membuatnya sedih, ku bilang pada dokternya aku belum siap mental dan materi kalau harus operasi lagi, lalu dokter menyarankan aku kembali 1 tahun lagi untuk memantau perkembangannya. Begitu seterusnya hingga terakhir kali kedatanganku aku harus datang 6 bulan lagi. Setelah itu kulanjutkan lagi hidupku dan kucoba melupakan kegalauanku, aku tersenyum, aku tertawa dan bernyanyi menjalani hari-hariku, setiap teman yang bertanya bagaimana dengan sakitku? Ku jawab aku baik-baik saja, tidak ada masalah meski dalam hatiku was-was dan gelisah.

Kini 3 tahun sudah aku menundanya, namun kesiapan materi tak jua kunjung ku capai, begitu banyak hal dalam hidupku yang menguras tabunganku, masalah demi masalah menghampiri. Yah… hidup itu sendiri juga sudah masalah, jadi ya… jangan hidup kalau nggak mau punya masalah begitu kata orang. Hingga kini doaku senantiasa agar Allah memberikanku kesempatan untuk berikhtiar bagi kesembuhanku dari segala penyakit ini, sebelum semua menjadi semakin buruk dan terlambat, semoga Allah berkenan memberi kemudahan dan kelancaran bila aku harus bertaruh nyawa di meja operasi lagi, semoga keluargaku dan orang-orang yang kusayangi tabah dan sabar mendampingiku, dan mereka memaafkanku karena telah merepotkan mereka di sepanjang masa kecil hingga dewasaku.

Yang membuatku bangkit dan bersemangat kembali mengupayakan kesembuhanku adalah karena akhir-akhir ini sudah 2 kali aku bermimpi didatangi Mbak Dewi teman terkasihku yang telah mendahului kami semua menghadap sang pencipta, ia datang dan berterima kasih padaku, aku tak tahu apa maksudnya, tapi bagiku ia seolah mengingatkanku bahwa aku harus segera bertindak sebelum semua terlambat dan sia-sia. Karena dia adalah salah satu korban keganasan dari kanker payudara yang tak mendapat tindakan yang selayaknya bagi penyakit mematikan itu dan tidak segera ditangani secara medis karena lebih memilih pengobatan alternatif. Lalu ketika kulihat anak semata wayang ku, aku benar-benar seperti mendapat dorongan yang kuat untuk sembuh, agar aku bisa mendampinginya hingga dewasa, dan mendidiknya. Agar aku bisa memberi kasih sayang kepadanya sebesar-besarnya dan kami punya banyak hal indah untuk dikenang bersama-sama.

Begitu dahsyatnya dampak fisik, psikologis dan materi dari penyakit kanker ini bagi kehidupan seorang manusia, khususnya kanker payudara maka rasanya wajib hukumnya bagi wanita untuk SADARI ( memerikSA payuDAra sendiRI) sehingga bila terasa ada keanehan pada payudaranya bisa segera diketahui.
Semoga engkau bahagia di sana ya mbak, semoga Allah menempatkanmu di tempat yang mulia disisiNya. Aamiin… Aamiin... Ya Robbal alaamiin… We'll always love you…..



Jumat, 20 Juli 2012

MARHABAN YAA... RAMADHAN....

Selamat datang kembali bulan mulia.... Yaayy...We miss you already!


 pict.from islamicstyle.info

Mari kita antri dengan tertib, karena semua pasti kebagian.Gak usah puyeng mikirin BBM, Enjoy aja....

Karena bulan ini ada BBM (Bulan Barokah dan Maghfirah)
mari kita PREMIUM (Prei Makan dan Minum)
serta SOLAR (Sholat Lebih Rajin ), dan
MINYAK TANAH (Meningkatkan Iman dan Banyak Tahan Nafsu Amarah)
serta PERTAMAX (Perangi Tabiat Maksiat)

Selamat berpuasa.....

Sabtu, 02 Juni 2012

( Bukan ) Hobi Baru

Ini cerita tentang CLBK..

Eits.. ini bukan cerita tentang pacaran loh... ini cerita tentang hobi saya yang benar-benar ( bukan ) baru... Apa sih maksudnya? Dulu, 4 tahun lalu saya pernah tertarik menanam anggrek. Bukan buat gaya-gayaan sih, tapi karena saya suka dengan keindahannya dan ingin ikut melestarikan puspa pesona Indonesia. Agar bunga cantik itu tetap lestari sepanjang masa. Kata orang sih anggrek itu bunganya orang yang kelebihan duit, karena harganya memang mahal-mahal, tapi asalkan masih terjangkau kantong saya beli. Sebagai pemula saya awali dengan bunga dewasa yang sudah berbunga dan dari yang murah-murah saja, takut kalau mati dan saya menyesal karena sudah membobol dompet saya. Saya berhasil mengoleksi 8 jenis anggrek : 6 dendrobium aneka warna dan 2 phalaenopsis putih dan ungu.

Bagi pemula yang awam, ternyata memang penuh was-was dan deg-degan, takut salah memberi pupuk, takut salah menyiram, takut salah menempatkan dan segudang takut salah yang lainnya. Setiap hari pagi dan sore, saya selalu menyempatkan diri memelototi anggrek-anggrek saya. Menikmati cantik bunganya ( yang berhasil dibungakan oleh penjualnya ) sambil berkhayal suatu hari nanti saya lah yang akan merawatnya hingga berbunga. Sampai meneliti tiap ruas dan daunnya jangan sampai ada seekor semut pun mendatanginya.. Deuh.. sampai segitunya, sama suami  aja saya gak begitu-begitu amat.

Namun apa daya, karena terlalu bersemangat memupuk dan menyiram, anggrek saya pun satu persatu berguguran. Ya.. Saya telah " membunuh" mereka.... Saya menyesal juga akhirnya... dan malu sama suami saya... he..he..he... karena udah beli mahal, udah merawatnya seperti bayi, udah melototinya tiap hari... ternyata mati juga. Tapi suami saya "No Comment"... seperti biasa. Itu yang saya suka darinya...he..he..he...

Dan sekarang.. entah dapat ilham dari mana, tiba-tiba saya balikan lagi sama si anggrek 'the beautiful plant'. Dalam hati kecil saya berniat, ini adalah rintisan buat kesibukan nanti kalau saya sudah pensiun, he..he..he... ( padahal pensiunnya insyaalloh masih luamaa buuu...masih 23 tahun lagi...he..he...he... ) Kali ini saya awali dengan memberanikan diri minta anggrek koleksi tetangga. Alhamdulillah dikasih, lalu saya carikan "teman" anggrek itu dengan beli online di tenggerorchid.com tapi yang murah-murah aja dulu. Saya beli Vanda dan Dendrobium seperti saran penjualnya, karena jenis ini tahan cuaca panas seperti di Nganjuk ini.  Jadilah sekarang saya punya beberapa anggrek lagi, semoga saya tidak lebih bodoh dari keledai.. eh... maksudnya tidak terjerumus ke lubang yang sama untuk kedua kalinya he..he..he..  Dan saat ini saya memulai perjuangan baru merawat anggrek ini agar tidak mati dan bisa berbunga di tangan saya. Doa saya setiap hari : Ya Alloh semoga saya bisa merawat anggrek-anggrek ini, agar sehat senantiasa dan berbunga dengan cantiknya. Aamiin.... Ini dia penampakan anggrek baru saya...:



Ini yang pertama kudapat, baru datang langsung berbunga ( semoga ini pertanda dia kerasan dirumahku...)



Trio dendro dan vanda.



Trio hookeriana, anosmum dan dendro ungu



Ini adalah pohon dendro nudum

Sejak awal kedatangannya, si dendro nudum ini sudah membuat saya hilang pengharapan. Apa mungkin saya bisa merawatnya dan membuat dia berbunga? Sedangkan pohon yang gemuk dan sehat saja mati di tangan saya. Tapi saya coba merawatnya dengan rajin menyiram dan memupuk, hasilnya... Alhamdulillah.... Dialah anggrek pertama yang mempersembahkan bunganya untuk saya. Dia prestasi pertama saya merawat anggrek setelah dulu sukses menjadi pembunuh anggrek :'-( ( nyesel.com) And now....Voila this is it..! Dendrobium nudum orchid :



Ada 1 knop bunga lagi bersembunyi di belakangnya

Meski cuma muncul sepasang knop bunga, namun sudah bisa membuat hati ini berbunga-bunga! Ini menyemangati saya untuk membuat dia berbunga lebih banyak lagi di musim berikutnya. Fighting!

Next ....


 Dendro ungu, enggak tahu namanya... :-(



Dendro antena keriting warna coklat kuning ungu. Apa ya namanya?




Kamis, 12 April 2012

SADARILAH WAHAI PARA WANITA!

Sebuah peringatan bagi para wanita ( part. I )

Tulisan ini saya buat agar bisa menjadi perhatian bagi para wanita agar SADARI ( sadar diri ? ) Bukan…. maksudnya adalah agar para wanita sejak dini melakukan pemerikSAan payuDAra sendiRI, apa manfaatnya? Ya agar kita segera tahu bila ada kelainan atau keanehan dengan bagian tubuh kita itu. Ini penting, mengingat sekarang ini begitu banyak kasus kanker payudara yang sudah pada stadium lanjut sehingga terlambat untuk mendapatkan penanganan dan berujung pada kematian. Hal itu terjadi karena ketidaktahuan kita akan tanda- tanda yang diberikan oleh tubuh kita atau ketakutan pada diri wanita kalau dia divonis kanker oleh dokter. Vonis itu memang bagai kiamat bagi wanita karena membawa begitu banyak hal akan berubah dari diri wanita baik dari segi fisik maupun psikologis. Sulitnya pengobatan dan kebangkrutan finansial adalah hal yang pertama membayangi, karena begitu panjangnya proses pengobatan dan mahalnya obat untuk penyakit ini.

Saya adalah salah satu orang yang merasakan manfaat dari kegiatan SADARI ini. Ceritanya, pada tahun 2001 ( saat itu usia saya 22 th. )  setelah saya melahirkan anak saya, saya merasakan ketidaknyamanan di payudara sebelah kanan saat menyusui. Iseng-iseng saya meraba dan saya mendapati ada benjolan sebesar ujung jempol, saya panik dan takut, terbayang oleh saya penyakit kanker yang begitu menakutkan, pikiran saya tertuju pada anak saya yang saat itu  baru berumur 1 tahun lebih. Bagaimana nasibnya bila saya sakit? Lalu saya ke dokter umum langganan saya, beliau menyarankan saya untuk konsultasi ke dokter bedah. Singkatnya saya lalu dioperasi untuk mengangkat benjolan tsb, setelah itu saya merasa nyaman dan berpikir bahwa semua tumor di payudara saya sudah diangkat.

 Namun ternyata saya keliru, tahun 2003 saya kembali menemukan tumor di payudara kiri dengan ukuran sama dengan yang telah dioperasi dulu. Ya Alloh... Saya sedih dan merasa begitu banyakkah dosa yang telah saya lakukan hingga saya harus mengalami lagi semua ini? Tapi semua kesedihan itu saya abaikan, dengan semangat dan gagah berani tanpa banyak pikir panjang saya pun naik meja operasi lagi, hasil lab menyatakan bahwa benjolan itu FAM ( tumor jinak ), belakangan saya baru tahu bahwa saya tidak sendiri. Ada begitu banyak wanita muda di bawah 30 tahun yang juga bernasib sama seperti saya, bahkan ada yang punya lebih dari satu tumor dalam satu payudara.

Kini, 6  tahun sudah semua itu berlalu apakah saya sudah terbebas dari tumor itu? Yang mengejutkan adalah..... Ternyata TIDAK. Tahun 2009 lalu saya kembali memeriksa sendiri kedua payudara saya, and do you know what? Ada benjolan lagi di payudara kanan dekat bekas operasi tahun 2001, sedih pasti tapi tak sedalam dulu. Mungkin karena ini sudah bukan yang pertama kalinya. Untuk meyakinkan kecurigaan tsb, saya mendatangi sebuah klinik onkologi di Surabaya, saya melakukan USG mammae dan hasilnya ada beberapa tumor di payudara kiri dan kanan bahkan ada pula kista kecil-kecil yang jumlahnya juga tidak kalah banyak dari tumornya. Saya sedih dan menangis namun  berusaha ikhlas, mungkin penyakit  inilah yang akan membantu mengurangi dosa-dosa saya dan salah satu cara Alloh menyayangi saya.

Lalu saya cari informasi banyak-banyak di internet dan memang ternyata FAM punya kemungkinan akan terus muncul selama wanita masih dalam usia produktif, selama hormon estrogen masih aktif. Kali ini saya menunda operasi, saya merasa tidak siap mental juga materi. Ada begitu banyak hal yang menjadi pikiran saya, saya pun harus menyisihkan waktu dan biaya agar bisa menjalani operasi kali ini. Dan lagi usia saya sudah 30 tahun lebih, terkadang saya berharap ada keajaiban bahwa kista dan tumor itu akan mengecil atau hilang dengan sendirinya. Saya pun mencari keajaiban itu dengan mencoba obat herbal dan herbal cina dengan harga selangit yang banyak diiklankan di media massa ataupun rekomendasi dari teman. Katanya banyak yang berhasil tapi sepertinya keampuhannya tidak mempan untuk saya.

Kini doa saya senantiasa agar Alloh berkenan memilihkan waktu yang tepat buat saya untuk berikhtiar medis bagi kesembuhan saya, memberi kekuatan, ketabahan, keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur atas apapun yang terjadi dalam hidup saya. Sebelum semuanya menjadi terlambat, saya tidak ingin berakhir dengan tragis seperti teman saya yang saya sayangi yang akan saya ceritakan di part II. 


Flashback Memory

Pagi ini, karena akan pergi ke suatu tempat aku melajukan sepeda motorku perlahan menyusuri sepanjang Jalan A. Yani Nganjuk. Tak biasanya aku melajukan motorku perlahan sambil menikmati keramaian sentra bisnis di kota Nganjuk tercinta. Kenangan masa lalu, 13 tahun lalu ketika untuk pertama kalinya aku mulai mencari nafkah di Kota angin ini satu persatu berlarian di anganku. Dulu... Aku berjalan di tepi trotoar sambil melihat lalu lalang sepeda motor dan mobil dengan sebuah tanya di hati : Apakah suatu hari aku akan menyusuri jalan ini dengan motor seperti mereka ya? Dan ternyata kini tidak terasa aku sudah melakukannya... Sesuatu yang dulu tak pernah kubayangkan akan dapat kulakukan. Bagi orang lain ini mungkin hanyalah hal yang sepele, tapi bagiku ini luar biasa karena mengingat kondisi hidupku saat itu, rasanya gak mungkin bisa beli motor.... he..he..he... And then I found Mario Teguh words :

Sahabat saya yang baik hatinya,

Kenyataan hidup tidak harus seperti yang kita harapkan, asal kita tetap berupaya untuk sampai pada kenyataan yang lebih baik daripada yang kita harapkan.

Itulah yang namanya berharapan baik.

Itulah yang namanya ikhlas.

Dan itulah yang menjadikan kita jiwa-jiwa baik yang dicintai Tuhan.

Mario Teguh - Loving you all as always





He..he..he.. That's really right Mr. MT....Super!



Rabu, 16 November 2011

Belajar dari pohon bambu

Sudah 4 bulan ini saya dilanda masalah dan merasa galau, sedih, kecewa... Bila saya menengok kembali kepada kehidupan saya, di setiap awal kehidupan baru saya, selalu ada ujian untuk dilalui. Ketika awal menikah, ayah meninggal dan kini ibu meninggal. Sekarang pun demikian , saya menghadapi ujian yang kali ini tidak hanya bagi saya sendiri tapi juga ujian bagi seluruh keluarga besar almarhum kedua orangtua saya... Bagaimana kami agar bisa menjadi pribadi yang indah, semua akan ditentukan dari bagaimana saya bisa "menjawab soal" dalam ujian ini. Ini yang akan menaik kelaskan saya agar menjadi pribadi yang indah, baik, benar dan mulia. Lalu suatu hari saya dipertemukan dengan pemikiran bapak yang bijaksana, yang pasti kita kenal, Mario Teguh dan seorang penghayat kehidupan, pelayan sesama dan pertapa Gede Prama. Nasehat dan goresan ungkapan mereka mengarahkan hati saya agar tak menuruti emosi negatif dan mengarahkan saya pada perenungan akan makna di balik segala hal yang terjadi pada hidup saya. Berikut ini tulisan Gede Prama yang mengingatkan saya, bahwa semua ini harus saya lalui bila saya ingin menjadi indah dan baik dalam kehidupan ini :

Nyanyian-nyanyian Bambu
Di suatu waktu, bambu di hutan iri dengan nasib baik seruling. Suaranya dikagumi orang sekaligus mewakili keindahan. Merasakan dalamnya rasa iri bambu, seruling pun mencoba menjelaskan. “Hai bambu”, demikian seruling memulai penjelasan. “Dulunya, saya juga bambu seperti kalian. Sebelum menjadi seruling, kaki saya dipotong golok, badan saya dihaluskan pisau tajam, yang paling menyakitkan dada saya dilobangi”.
Sejujurnya, demikian juga perjalanan manusia-manusia bercahaya. Tidak ada diantara mereka yang perjalanannya hanya lurus mulus. Sebagian nyaris terbunuh (Nelson Mandela), sebagian bahkan benar-benar terbunuh (Mahatma Gandhi, John Lennon). Tidak adilnya, sejumlah orang mengira kehidupan mereka tanpa godaan dan cobaan, tiba-tiba sudah mengagumkan di atas sana.
Inilah yang kemudian dengan mudah membangkitkan rasa iri. Andaikan banyak orang tahu betapa bahayanya jalan-jalan kehidupan   di   atas   sana,   mungkin  sebagian   orang   akan memilih aman nyaman menjadi orang biasa. Namun begitulah ciri utama banyak kehidupan, serupa dengan bahayanya strum listrik, baru percaya setelah pernah kena strum.
Ini yang bisa menjelaskan kenapa nyaris semua anak muda demikian bersemangat dan bertenaga. Sekolah, kursus, mengikuti aktivitas organisasi, mencari bea siswa dan segudang kegiatan bertenaga lainnya. Intinya satu, bila orang bisa kenapa saya tidak. Keyakinan seperti ini juga yang menyebabkan sejumlah motivator mendorong banyak orang agar cepat kaya raya. Anthony Robbin sebagai contoh, memberi judul karyanya dengan Awakening The Giant Within. Membangunkan raksasa yang ada di dalam diri.
Premis orang di jalan ini jelas sekali. Pertama, tidak ada istilah tidak bisa. Kedua, kemampuan di dalam sini tidak terbatas. Makanya disejajarkan dengan raksasa. Ketiga, lebih tinggi kehidupan yang bisa diraih lebih baik. Dan ternyata, bagi mereka yang sudah menua bijaksana akan tersenyum penuh pengertian. Dalam kehidupan, ada yang bisa dicapai, ada yang hanya layak disyukuri. Ada wilayah kehidupan yang bisa digedor dengan kerja dan usaha. Ada wilayah kehidupan yang hanya menjadi milik misteri.
Sampai di tingkatan ini, melarang anak muda berusaha keras tentu bukan pilihan bijaksana. Sebagaimana cemara yang sejuk di gunung, kelapa yang bertumbuh kokoh di pantai, biarkanlah mereka bertumbuh sesuai dengan tingkat kedewasaannya. Namun bagi yang sudah menua, disamping badan sudah berhenti berbau parfum, digantikan oleh bau minyak kayu putih, mungkin ada gunanya mendengarkan nyanyian-nyanyian bambu.
Coba perhatikan bambu dalam-dalam. Ia kuat dan kokoh tanpa  pernah  bisa  dicabut  angin.  Dan alasan utama kenapa bambu kuat karena berakar kuat ke dalam. Ini berbeda dengan sebagian manusia yang hidupnya lemah dan keropos, terutama karena berakar ke luar (pangkat, kekayaan). Ini memberi inspirasi, belajarlah bertumbuh dengan berakar ke dalam. Ke dalam persahabatan dan rasa syukur atas berkah kehidupan.
Kedua, bambu senantiasa segar di segala musim. Ini berbeda dengan kebanyakan manusia yang hanya segar bila punya uang, naik pangkat, dipuji. Dan karena tidak ada kehidupan yang selalu kaya dan bahagia, maka layak direnungkan untuk belajar indah di setiap langkah. Kaya indah karena banyak yang bisa dibantu dengan kekayaan. Miskin juga indah, karena melalui kemiskinan manusia tidak perlu takut kehilangan. Naik pangkat indah karena penuh pujian. Pensiun juga indah. Berlimpah waktu yang tersedia untuk diamalkan.
Nyanyian bambu yang ketiga, setelah tinggi bambu merunduk rendah hati. Siapa saja yang setelah tinggi kemudian tinggi hati, ia sedang menabung untuk keruntuhannya di kemudian hari. Dan puncak cerita bambu, ketika bambu dibelah di dalamnya kosong.
Bila boleh jujur, kenapa banyak kehidupan mudah stres, marah, tersinggung, karena di dalamnya penuh berisi. Dari harga diri, kekayaan, sampai status sosial. Sehingga begitu ada orang yang berperilaku berbeda dari yang diharapkan, godaan untuk marah mudah muncul. Dan bambu mengajarkan, semua yang hebat-hebat yang membuat manusia mudah marah, suatu hari akan berakhir dengan kekosongan.
Uniknya kekosongan, begitu ia muncul secara alamiah akan membawa pelayanan di belakangnya. Ia sesederhana air yang membawa basah, api yang membawa panas. Persis seperti bambu, di dalamnya memang kosong tetapi terus menerus melayani kehidupan dengan berbagi kesegaran di segala musim.


Kutipan nasehat lainnya :
”Sadari saja ketika emosi negatif muncul, tidak usah bereaksi”, begitu nasehat seorang guru meditasi. Begitu  emosi negatif diterangi kesadaran bahwa kita semua ingin bahagia tidak mau menderita, ia memunculkan rasa lapar untuk menyayangi. Terutama karena kasih sayanglah yang membuat manusia berbahagia. Ada yang mengeluh bahwa kemarahan tidak menghilang kendati sudah berdoa. Ini tentu bisa dimaklumi, karena manusia sudah lama sekali dalam kegelapan. Sehingga diperlukan praktek kesadaran yang kuat dan kokoh sekali agar semua  kegelapan  menghilang.  Ia  bisa selesai sepuluh tahun, dua puluh tahun atau malah lebih. Bukan lamanya yang penting, namun sudah masuk ke dalam arus kesadaran, itu pun sudah layak disyukuri.


Perhatikan apa yang ditulis Ezra Bayda dalam At Home In The Muddy Water: “May we exist like a lotus. At home in the muddy water. Thus we bow to life as it is”.  Guru-guru dengan latihan mendalam juga mengalami naik-turun (sehat-sakit, dipuji-dicaci dst), namun apa pun yang terjadi dalam kehidupan tidak tersentuh. Persis seperti bunga Padma. Di air tapi tidak basah, di lumpur namun tidak kotor. Sebaliknya malah bertumbuh dan mekar di lumpur. Ini yang membuat mereka bisa membungkuk hormat kepada kehidupan apa adanya.
Kebahagiaan memang menawan, tetapi ia tidak mengajarkan apa-apa. Kesedihan memang menakutkan, tetap teramat banyak manusia yang bercahaya hidupnya karena melewati segunung kesedihan.

Mario Teguh :

Pak Mario, kapan semua masalah saya ini selesai? Adik saya yang baik hatinya, Ijinkanlah saya mengingatkan dengan yang telah saya sampaikan sebelumnya ... "Rencana Tuhan selalu berakhir dengan kebaikan." Mohon Anda mengulanginya bersama saya: "Rencana Tuhan selalu berakhir dengan kebaikan." Sehingga, Jika yang sedang Anda alami sekarang belum baik, berarti itu bukan akhir. Jika keadaan Anda sekarang masih sulit, menggalaukan, dan penuh sakit hati, berarti itu belum selesai. Bertahanlah. Teruslah berupaya. "Rencana Tuhan selalu berakhir dengan kebaikan." Mario Teguh

Terima kasih Pak Gede.... Terima kasih Pak Mario....

Sabtu, 15 Oktober 2011

Sugeng ambal warso....CHukahamnida....Happy Birthday...

 Ulang Tahun Pertama Blog Saya......

 Ya.... Alloh..... Alhamdulillah ya? ( lebay ala Teteh Syahrini :D ) Gak terasa blog saya sudah 1 tahun umurnya....... Hmmm.... tapi belum jadi "sesuatu".

Oktober....
Begitu cepatnya waktu berlari mengiringi bumi yang terus bergerak dan berputar, ya... Oktober adalah bulan saat saya pertama kali mencoba menuangkan uneg-uneg saya lewat diari dunia maya. Sebenarnya tidak bisa dibilang diari juga sih karena saya ngisinya juga gak setiap hari bahkan cuma setahun sekali. He...he...he... malesnya itu lho gak ketulungan.

Begitu banyak hal sudah terlewati dan hanya direkam di angan yang  kapasitasnya terbatas, akhirnya ya sering lupa ( apa karena faktor usia yang makin tua ya..? ), mau nulis di blog ya gak sempat..... Maklum sibuk... ( halah alasan...?! ).

Apapun bentuknya, meski gak ada tamunya, gak ada istimewanya, semoga blog saya yang sederhana ini bisa menjadi ajang buat saya mengumbar uneg-uneg saya tanpa menyebabkan orang lain kecewa. Ke depannya saya harus memotivasi diri saya untuk rajin-rajin nulis, belajar menulis dan menuangkan ide, ya itung-itung buat olahraga jempol lah...

Happy 1st anniversay ya blog..... Jayalah terus di udara......









Jumat, 22 Oktober 2010

Catatan Wanita : Saat pertama nge-blog

Seringkali saya merasa "kok saya cengeng banget ya?" Nonton film sedih nangis, lihat orang sedih dan menderita nangis, lihat kucing saya mati pun nangis kayak kehilangan orang yang terkasih. Duh! Lalu pada suatu hari saya baca artikel online di conectique.com :





Cinta Ada Di Mata Perempuan






Seorang anak laki-laki kecil bertanya pada ibunya
"Mengapa ibu menangis?"
"Karena aku perempuan," jawab ibu.
"Aku tidak mengerti", kata anak laki-laki itu.
Ibu lalu memeluk anaknya dan berkata,
"Dan kau tak akan pernah mengerti".

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya,
"Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"
"Semua perempuan menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak itu pun tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, dan ia tetap ingin tahu mengapa perempuan menangis. Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan bertanya, "Tuhan, mengapa perempuan sangat mudah menangis?"

Tuhan berkata:
"Ketika Aku menciptakan perempuan, ia diharuskan untuk menjadi sosok yang istimewa.
Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, cukup lembut untuk memberikan kenyamanan. Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya.

"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.

"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.

"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalan dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.

"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakitinya, tetapi kadang menguji kekuatan dan ketetapan hatinya untuk berada di sisi suaminya tanpa ragu.

"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.

"Kau tahu, kecantikan perempuan bukanlah pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau cara ia menata rambutnya.

"Kecantikan perempuan harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya - tempat cinta berada."

So inspiring... He...he...he... kok kayaknya jadi pembenar buat saya ya bahwa "hobi" nangis ini emang "kebiasaan" yang tidak boleh ditingalkan .