Sabtu, 02 Agustus 2014

Hati - hati dengan keinginan, pikiran dan doamu pada Tuhan

Sebuah catatan pribadi selepas Ramadhan

......................................................................................... ( censored )

Okay... Good Bye.

Good bye Dear J...
I wish you always for the best and happiness in all your life...
You are one of my precious memory...

Best wishes from East Java, Indonesia to Abu Hamour, Qatar only for you...


Your sweet Ismi


In memoriam my died feeling for Mr. J.S. Al Danish
My Broken heart steps :
Pain... Sorrow... and Sad...
Numb.. Numb... dand Numb...
Wise...Free... and Happy...




Kamis, 26 Desember 2013

Selangkah demi selangkah

Bromo: sebuah keinginan yang terwujud

Sekitar 2 tahun yang lalu, ketika baru saja menuliskan catatan perjalanan dari Sarangan aku kembali merangkai cita dan menuliskannya pula di blog ini bahwa setelah ini the next destination is Bromo. Sudah lama aku ingin datang ke gunung cantik ikon pariwisata Jawa Timur ini, namun belum kesampaian juga. Akhirnya setelah impian yang terpendam itu kugali kembali, aku menemukannya dan voila! Aku sudah berada di sana. Meski belum sempat melihat sunrise karena kendala jadwal, namun sudah berhasil menyeberangi lautan pasirnya yang luar biasa dan menaiki tangga ke puncaknya yang menguras tenaga, akhirnya aku pun berhasil melihat kawah indah yang selalu berselimut asap tipis beraroma belerang, satu dari impianku kesana: melihat kawahnya dan menyaksikan indahnya matahari terbit di puncak Bromo.

Thanks God! Satu lagi impianku terwujud, yang semula tak pernah kubayangkan, tak pernah ku tahu bagaimana caranya dan kapan aku bisa ke sana,  karenaMu lah semua terwujud dengan begitu mudahnya. Seperti mimpi rasanya.

Sepulang dari sana, aku berjanji dalam hatiku, aku akan datang lagi Bromo bersama keluargaku. Untuk mewujudkan setengah dari impianku ketika aku ingin datang padamu, melihat indahnya dunia saat sang mentari merambat naik di balik punggungmu, menyinari mega menghalau kabut. 
Semoga...

Daaaan.... long weekend di bulan November kemarin Bromo part II terwujud sudah...! Yeah...! I did it...
Bahkan aku gak cuma pergi sama keluarga ku aja tapi juga keluarga baruku, teman-teman baruku. Wow... Luar biasa...! Tapi sayang... kali ini pun sunrise belum mengijinkan aku untuk mengabadikannya dalam memory card dan memori hidupku. Oh My God...! Bromo macet gila-gilaan mulai dari bawah sampek pintu masuk retribusi... Ampun deh... tertahan di depan pintu masuk sampek 2 jam. Hingga sunrise pun akhirnya pergi meninggalkan kami untuk menyapa dunia...

Kecewa memang... Tapi tak apa... masih sempat berpose sambil bermandikan cahaya keemasan mentari pagi Bromo, merasakan rally Paris Dakkar ala Bromo saat menuju bukit teletubbies yang saat itu gersang dan merasakan terdampar di gurun antah berantah di lautan pasir berbisik... Well... Cukup berkesan lah.

Aku akan datang lagi Bromo... Untuk menikmati secercah cahaya fajar yang kan kau persembahkan bagi dunia..Sunrise Bromo I'll come to you...! :-*
Setelah itu.... Bersiap untuk perjalanan selanjutnya... Mmm... Ke mana yaa? Solo, Batam, Singapura, Korea, France, Spain, Norway, Sweden, Britain, dan lain-lain... Hadeeew... buanyak amat yak. Semoga tercapai satu demi satu deh, karena satu dari sekian cita-citaku adalah berkeliling dunia melihat sisi lain sebuah negeri bahkan hingga ketika masa pensiun ku tiba nanti. Aku berharap itu justru melancarkan mimpi dan cita-cita ku keliling dunia... Aamiin...
Oke... Semangat !! 

Bromo Part 1 & 2. Enjoy some of the pics... ;-)
Bromo Part 1 :

Rehat di SPBU Sukapura... Manfaatin kesempatan buat mejeng dulu aaah... ;-)


Bergaya di tepi lautan pasir Bromo... Azeek..azeek..!


Separuh perjalanan menuju puncak Bromo. Narsis dulu sambil tarik napas... Fiiuuuh...


Akhirnyaaa... Sampai juga ke puncak Bromo... Suejuk looo... :-)


Ini dia kawah Bromo yang terkenal itu.Hmm ...ngeri juga sih ngebayangin gimana kalo kecemplung...


Habis naik gunung... sekarang waktunya joget dangdut... tarik maaangg...:-D


Setelah ngos-ngosan naik gunung dan joget dangdut semalam suntuk, sekarang waktunyaaaa.... basah-basahan dan memacu adrenalin ber arung jeram! Songa... It's amazing....!

Bromo Part 2 :

Lautan pasir di pagi hari


Mentari pagi Bromo

Bermandi cahaya pagi

Gunung Batok dilihat dari lautan pasir

Berasa kayak desert safari di negeri gurun pasir... :-)

Terdampar...

Lukisan pasir

Merah merah

Di antara ilalang bukit Teletubbies...











Rabu, 27 Februari 2013

Mimpi dan Rencana







Goresan Mimpi dan Rencana di 2013

Tak terasa bulan kedua  di tahun 2013 ini hampir berlalu meninggalkan indahnya masa bulan madu dengan si tahun baru, saatnya menyiapkan langkah, menyusun mimpi, cita-cita dan menjalankan rencana yang belum sempat terlaksana atau pun yang memang ingin dilaksanakan di tahun ini. Aku pun ingin merangkai angan, mimpi dan cita-citaku yang mungkin tak seberapa. Aku ingin menuliskan apa yang ingi kuraih, kuwujudkan ataupun mulai kurancang untuk hari-hariku mendatang, sebagai orang yang telah berumah tangga tentu saja apapun yang kulakukan, keluarga adalah yang utama dan menjadi bagian dari segala rencana dan cita-citaku.

Sebenarnya banyak sekali yang ingin ku wujudkan dan kulakukan di tahun ini, andaikan benar ada kantong ajaib nya Doraemon, aku pengen pinjam sebentar untuk mewujudkan segala cita dan rencanaku... :-)

1. Menabung yang buanyak buat masa depan keluarga, insyaalloh mulai kurintis... :-) Semoga sukses ya!
2. Mewujudkan kebebasan finansial yang sebenar-benarnya ( halah apa sih bahasanya kok tinggi banget? hehehe... ada deh )
3. Ini yang terakhir dan yang paling mendesak serta paling puenting bin darurat : RENOVASI RUMAH, mau make over semuanya dari depan sampek belakang. Pokoknya make up habis-habisan from head to toe deh... Bukan biar tampak keren dilihat tapi karena memang sudah jadi kebutuhan dan bukan semata karena keinginan.

Rumah warisan Pak e dan Mak e sudah bertahun-tahun tetap begitu-begitu saja, jendela rumah semuanya lapuk dan kusam , lantai semen merah tempo doeloe, jendela bekas ruang tamu juelek bgt dan menambah suram pemandangan, eternit tambal sulam, koridor belakang eternitnya jebol karena jadi arena pertempuran para kucing tersayang, TV jaman jepang juga masih dipakeee aja,  mana tembok ruang belakang prothol semua, toilet satu aja bikin hati merana, spons kursi puuun...jebol pula. Hadeuuuh buanyak banget deh kalau mau sensus satu-satu apa saja yang urgen untuk dibenahi, dan ini sudah jadi KEBUTUHAN.

Ya Alloh.... Mugi pikantuk kanugrahaning Gusti kang Murbeng jagad, Mugi Gusti Alloh kersa paring rejeki. Smoga Alloh berkenan memberi rejeki yang cukup agar bisa segera merawat amanah yang telah diberikan pada kami. Andaikan bisa tuntas tahun ini, ya Alhamdulillah...

Tidak perlu mewah, tidak harus megah, cukuplah kiranya bila dapat menjadi tempat berteduh yang nyaman untuk seluruh keluarga. Rumah yang hangat dengan kasih sayang, yang penuh warna cinta, dan indah memendarkan cahaya  kasih sayang.

That's our home sweet home...!

Semoga....




Senin, 31 Desember 2012

Senandung Doa di Awal Tahun Baru


Ya Alloh Yang Maha Pemurah…
Di keheningan malam ini… Kutadahkan tanganku kehadiratMu,kuhadapkan wajahku padaMu
Dan ku curahkan segala isi hatiku
Terimakasih atas segala karuniaMu di tahun yang kan segera berganti ini
Terima kasih atas segala bimbingan yang tlah Kau berikan di sepanjang usia kami
Terima kasih…
Karna tlah Kau hapuskan segala air mata, luka hati, kemarahan, kebencian dan kekecewaan  di penghujung tahun ini
Terima kasih…Kau juga tlah curahkan bahagia di sela hari-hari kami
Trima kasih…
Kau masih beri kami kesempatan menghirup udara bumi, menikmati cerah mentari dan menatap mendung melingkung pembawa tetes hujan rahmatMu

Kini…
Di malam pergantian tahun ini ku senandungkan doa kehadiratMu
Bagi keselamatan, keberkahan dan kebaikan hidup kami di tahun mendatang
Ya Alloh… Ya Robb…
Semoga di tahun depan Engkau berkenan menjadikan kami hambaMu yang lebih baik
Menjadi hambaMu yang semakin ingin dekat denganMu, menjadi kekasihMu
Meski kami berkalang dosa jangan Kau palingkan wajahMu dari kami Ya Robbi…
Ya Alloh… Ya Rohman … Ya Rohim…
Sayangi lah kami, susupkan ke dalam relung kalbu kami pendaran cahaya kasih sayangMu
Agar hati kami senantiasa diliputi oleh kasih sayang, kemesraan, kebersamaan, kekuatan dan kemampuan untuk menjaga butir-butir janji luhur hingga berakhirnya umur
Semoga kami mampu mengatasi segala rintangan, kesulitan dan “bujuk rayu” yang menyesatkan
Semoga kami mampu menjadi anak yang berbakti, manusia berbudi dan orang tua penuh kasih sayang yang mampu menjaga segala yang Kau amanahkan

Ya Alloh… Yang Maha Pemurah…
Lapangkanlah jalan rezeki kami, karuniakanlah kepada kami rezeki yang barokah, yang halal dan thoyib bagi kemaslahatan hidup kami dan orang-orang terkasih di sekeliling kami…
Ya Alloh  pemilik hati kami…
Setelah melewati tahun yang penuh ujian semoga di tahun depan kami lebih mampu lagi menghadapi riak dan gelombang lautan kehidupan
Semoga kami mampu memetik mutiara hikmah dari semua karuniaMu kepada kami
Semoga dengan ini kami punya fikir sebening embun, hati seluas samudera dan seputih kapas tak bernoda
Semoga Engkau berkenan mengabulkan doa kami, meski kami telah begitu banyak meminta dan tak malu untuk terus meminta, meski sesudahnya kami pun tak pandai berterima kasih.

Ya Alloh…
Kabulkanlah permohonan kami…
Aamiin… Ya Robbal alaamiin…

 Happy New Year 2013....Yeah.. Wish me luck !
 
pic: anneahira.com

Rabu, 26 Desember 2012

Selamat Tinggal Duka Selamat Datang Bahagia

Mengakhiri tahun 2012 ini, ada banyak hal yang patut disyukuri dan ada hal yang perlu menjadi bahan introspeksi. Alhamdulillah... Puji syukur kehadiratMu Ya Alloh, segala kerumitan soal kehidupan yang kau ujikan padaku sudah menemukan jawabannya, semua karnaMu Ya Robb. Semoga segala kesedihanku, kecewaku dan airmataku terhapus bersama berlalunya tahun 2012 dan berganti dengan kebaikan dan kebahagiaan yang Kau anugrahkan pada kami di tahun depan.

Di penghujung tahun 2012 ini Ya Alloh kutulis doa kepadaMu, ku layangkan tulisan doa ini ke langit ke tujuh dengan buku harian dari dunia maya ini. Karena ia melayang di awang-awang sana aku berharap semoga bersamanya doaku cepat tersampaikan.
Ya Alloh... Bantu aku, agar aku mampu "ngemong" hatiku, "angon" perasaanku agar tidak mudah terombang-ambing oleh angin yang datang bertubi-tubi. Hatiku kini bagaikan lautan yang luas dengan riak ombaknya yang berkejaran, pabila angin sepoi bertiup maka ia hanya berupa alun yang mengambang di tepian. Tapi bila angin bertiup kencang ia bagaikan ombak bergulung yang ingin menerjang segala apa yang diterpanya. Aku tidak mau seperti itu, aku ingin punya hati seluas samudera namun tenang bagaikan telaga yang jernih di kaki gunung.

Ya Alloh... Di tahun mendatang dengan semakin bertambahnya usia semoga semakin bertambah pula kedewasaanku, kebijaksanaan, kesabaran, pengertian dan rasa kasih sayangku. Jadikan aku manusia yang lebih baik dari kemarin, jadikan aku hambaMu yang beriman dan beramal sholeh. Aamiin...


Minggu, 11 November 2012

Mengejar Target



Sudah beberapa tahun belakangan ini aku mencoba membuat resolusi atau apalah itu namanya tiap kali tahun baru datang menjelang. Aku berusaha menentukan apa-apa yang ingin kuwujudkan di tahun yang akan datang, beberapa yang kuingat waktu itu tahun 2009 badanku terasa gemuk banget dan tidak nyaman ( kaki ngilu, cepet lelah dan lamban kayak siput ) aku pasang target harus bisa menurunkan berat badan, langsing, dan bugar. Ketika uang tabungan habis tak bersisa pasang target harus bisa menabung lagi dsb...dsb... 


Karena badan kalau sudah kadung gemuk susah buat ngurusin lagi targetku baru bisa hampir tercapai setelah 3 tahun kemudian alias tahun 2012 ini.. hadeuuuh... lama buanget yak! Memang, karena aku juga gak ngoyo, olahraga santai diet santai yang penting berat badan turun bertahap dan stabil terus karena aku bukan cuma mau pelangsingan saja tapi juga merubah gaya hidup yang tidak sehat. Dulu aku selalu menulis semua rencana dan cita-cita yang ingin kucapai di buku kecil yang kubawa kemana-mana, agar aku selalu melihatnya dan mengingatkanku akan cita-citaku itu. Kini, di era digital ini aku ingin menuliskan cita-cita dan impianku di blog pribadiku  ini. Biar saja orang yang kebetulan membacanya menganggap ini norak atau lebay    ( masalah buat lo! ) ini adalah caraku untuk menjaga langkahku agar tetap pada jalan cita-citaku, agar aku tidak ngalor ngidul semauku.Heheheh...
 
Lagipula kata si Barbie dalam film Barbie diary bila kita menuliskan impian kita maka ia akan terwujud. Aamiin...











Di  jelang penghujung tahun ini, ada hal-hal yang ingin dan HARUS kulakukan. Hal-hal yang menjadi target dan impianku:
1. Short term target : 
    a. WALIMATUL KHITAN ( Melaksanakan kewajibanku sebagai orangtua kepada anak )
    b. HEALTH TREATMENT  ( Surgery for save my life )
2. Mid term target :
    a. Renovasi dan perawatan amanah almarhum orangtua
    b. Mulai menabung untuk mewujudkan mimpi pribadiku, biaya pendidikan anak dsb.
3. Long term target : Berhaji bersama orang yang kusayangi.

Semoga apa yang menjadi  impian-impianku adalah apa yang memang dipilihkan Alloh sebagai hadiah untukku atas segala kesulitan hidup yang selama ini harus kulewati. Aamiin....  
Fighting!!

NB: 
Belum lagi tulisan ini kuposting, alhamdulillah 1 short term targetku sudah tercapai ( health treatment ) Terima kasih Ya Alloh... it feels like a magic ! Tak pernah kubayangkan darimana uangnya bagaimana prosesnya. Semua tersedia dan terjadi begitu cepatnya hanya dalam hitungan 1 minggu, jika bukan karena campur tangan Tuhan, rasanya tak mungkin.

Ketika angan dan impian dituangkan dalam tulisan, sepertinya ia menjelma seolah peta penunjuk jalan apa yang harus dilakukan, jalan mana yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Mungkin begitulah yang saat ini terjadi, karena kutuliskan apa yang perlu dan harus kulakukan, aku jadi tahu kemana aku harus menuju.

Rabu, 10 Oktober 2012

SADARILAH WAHAI PARA WANITA ! ( Part II )


Menjelang 1 tahun peringatan wafatnya teman kami tercinta Dewi Fajar Suryani

Kemarin, kuteteskan kembali airmataku di iringi lantunan ayat-ayat Al Qur’an di hadapan Sang Maha memiliki segalanya. Tiga tahun telah berlalu sejak dokter mendiagnosa ada banyak tumor dan kista di kedua payudaraku. Sedih, tak terkira rasa hatiku, ada begitu banyak perasaan campur aduk di dalam anganku. Ternyata setelah 2 kali operasi tumor di kedua payudaraku tak menjamin bahwa aku bebas dari cengkeraman tumor dan kista ini. Dulu aku protes pada Tuhan, kenapa semua ini terjadi padaku? Begitu besarnya kah dosaku atau karena begitu sayangnya kah Engkau padaku? Dan yang paling membuatku sedih adalah menggambarkan bagaimana rasa hati suamiku, sepanjang hidupnya berumah tangga bersamaku rasanya tak pernah ia bisa menggunakan materi yang di dapatnya untuk mewujudkan impiannya sendiri. Hampir semuanya habis untuk membantuku mengupayakan kesembuhanku. Bahkan aku makin sedih ketika melihat anakku, Ya Allah tolong bantu kami menjaga dia, beri kami rezeki dan kemampuan agar dia dapat sekolah dan hidup layak seperti anak-anak lainnya, meski uang yang dipunya orangtuanya tak bisa sepenuhnya untuk mengasuhnya.

Namun seiring waktu kini aku mulai bisa menerima kenyataan ini, aku mencoba positif thinking pada Allah, segala dera masalah dan penyakit yang kualami semua telah ditakar sesuai dengan kemampuanku. Bila aku punya penyakit dan masalah “aneh-aneh” dari sejak mula berumah tangga hingga kini 13 tahun mengarungi biduk rumah tangga, mungkin Allah ingin agar aku mengoptimalkan potensi di dalam diriku, bahwa sebenarnya aku bisa lebih bijaksana, lebih kuat, sabar dan tabah menjalani hidupku. Ada kekuatan besar dalam diriku yang belum termunculkan yang ingin diasah oleh Allah agar aku menjadi pribadi yang kuat dan cemerlang bagai berlian. Mungkin aku adalah seruas bambu yang harus dipisahkan dari rumpunnya, harus dipotong kaki-kakinya dan dilubangi dadanya agar menjadi serunai yang bersuara merdu

 

Bila menengok kembali ke masa lalu ku, ibarat anak burung di usia belia aku sudah harus terbang meninggalkan sarang menaklukkan kerasnya kehidupan membentuk rumah tangga baru bersama suamiku dan anakku yang masih bayi,bertiga kami menyewa dan tinggal di belakang rumah orang yang dibuat untuk kamar kontrakan, di tengah lautan kehidupan yang penuh gelombang masalah aku harus mengalami sakit dan harus operasi tumor payudara yang pertama, berdua suamiku dengan kondisi ekonomi pas-pasan dan tanpa dukungan dari orangtua kami berjuang bersama. Selesai sampai di situ? Tidak. Ketika hidup sedikit lebih baik aku kembali harus operasi tumor di payudara untuk kedua kalinya. Duh Gusti.... di perantauan kami berjuang, dengan ridhoMu lah akhirnya kami bisa melewati segala pahit manis kehidupan ini.

Setelah operasi yang kedua kalinya ini, aku merasa sehat-sehat saja dan tak pernah menyangka ternyata tumor dan kista ini masih tetap “menyayangiku” hingga ia tak jua mau pergi dariku sampai saat ini. Belajar dari pengalaman masa lalu karena tindakan operasi yang tak tuntas, aku memutuskan untuk menjalani USG dulu untuk memastikan berapa banyak benjolannya agar bila harus operasi lagi bisa diangkat tuntas semua tumor dan kista ini. Aku memilih konsultasi di Rumah Sakit Onkologi Surabaya di Perumahan Araya Galaksi Bumi Permai Surabaya. Hasilnya ada sekitar tujuh tumor dan kista di kedua payudaraku, bibirku tersenyum ketika dokter memberitahukan hasilnya tapi mataku tak bisa berdusta, aku sedih tentu saja. Dokter memintaku untuk bersabar, semua ini ujian dari Tuhan dan menyarankan aku agar operasi meski tak harus buru-buru, di sini bisa kata dokternya, berapa biayanya? 12 juta 200 ribu tanpa menginap, aku maklum karena ini rumah sakit swasta dan spesialis. 

Ya Allah…. Aku pilih menundanya sampai batas waktu yang tak kutahu pasti kapan. Uang segitu amat besar buatku yang hanya pegawai negeri rendahan, dan aku tak mau merepotkan ibuku dan membuatnya sedih, ku bilang pada dokternya aku belum siap mental dan materi kalau harus operasi lagi, lalu dokter menyarankan aku kembali 1 tahun lagi untuk memantau perkembangannya. Begitu seterusnya hingga terakhir kali kedatanganku aku harus datang 6 bulan lagi. Setelah itu kulanjutkan lagi hidupku dan kucoba melupakan kegalauanku, aku tersenyum, aku tertawa dan bernyanyi menjalani hari-hariku, setiap teman yang bertanya bagaimana dengan sakitku? Ku jawab aku baik-baik saja, tidak ada masalah meski dalam hatiku was-was dan gelisah.

Kini 3 tahun sudah aku menundanya, namun kesiapan materi tak jua kunjung ku capai, begitu banyak hal dalam hidupku yang menguras tabunganku, masalah demi masalah menghampiri. Yah… hidup itu sendiri juga sudah masalah, jadi ya… jangan hidup kalau nggak mau punya masalah begitu kata orang. Hingga kini doaku senantiasa agar Allah memberikanku kesempatan untuk berikhtiar bagi kesembuhanku dari segala penyakit ini, sebelum semua menjadi semakin buruk dan terlambat, semoga Allah berkenan memberi kemudahan dan kelancaran bila aku harus bertaruh nyawa di meja operasi lagi, semoga keluargaku dan orang-orang yang kusayangi tabah dan sabar mendampingiku, dan mereka memaafkanku karena telah merepotkan mereka di sepanjang masa kecil hingga dewasaku.

Yang membuatku bangkit dan bersemangat kembali mengupayakan kesembuhanku adalah karena akhir-akhir ini sudah 2 kali aku bermimpi didatangi Mbak Dewi teman terkasihku yang telah mendahului kami semua menghadap sang pencipta, ia datang dan berterima kasih padaku, aku tak tahu apa maksudnya, tapi bagiku ia seolah mengingatkanku bahwa aku harus segera bertindak sebelum semua terlambat dan sia-sia. Karena dia adalah salah satu korban keganasan dari kanker payudara yang tak mendapat tindakan yang selayaknya bagi penyakit mematikan itu dan tidak segera ditangani secara medis karena lebih memilih pengobatan alternatif. Lalu ketika kulihat anak semata wayang ku, aku benar-benar seperti mendapat dorongan yang kuat untuk sembuh, agar aku bisa mendampinginya hingga dewasa, dan mendidiknya. Agar aku bisa memberi kasih sayang kepadanya sebesar-besarnya dan kami punya banyak hal indah untuk dikenang bersama-sama.

Begitu dahsyatnya dampak fisik, psikologis dan materi dari penyakit kanker ini bagi kehidupan seorang manusia, khususnya kanker payudara maka rasanya wajib hukumnya bagi wanita untuk SADARI ( memerikSA payuDAra sendiRI) sehingga bila terasa ada keanehan pada payudaranya bisa segera diketahui.
Semoga engkau bahagia di sana ya mbak, semoga Allah menempatkanmu di tempat yang mulia disisiNya. Aamiin… Aamiin... Ya Robbal alaamiin… We'll always love you…..